JAKARTA, narasipublik.net – Pemerintah terus memperluas pemerataan infrastruktur energi dasar dengan menyiapkan peresmian sebanyak 1.413 titik dalam program elektrifikasi desa di berbagai wilayah Tanah Air.
Langkah percepatan ini dihadirkan untuk menjawab tantangan krusial, mengingat masih ada hampir 11 ribu dusun dan desa di pelosok Nusantara yang belum menikmati aliran listrik.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengungkapkan hal tersebut usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Dalam laporannya kepada Kepala Negara, Bahlil menyebutkan bahwa ribuan titik jaringan listrik baru tersebut siap diluncurkan dalam waktu dekat guna menopang aktivitas warga.
“Pemerintah segera meresmikan sekitar 1.413 titik jaringan baru untuk memperluas jangkauan layanan energi bagi masyarakat yang selama ini belum teraliri listrik,” ujar Bahlil.
Kehadiran pasokan listrik ini dinilai sangat penting untuk menggerakkan sektor pendidikan, layanan kesehatan, serta memicu pertumbuhan ekonomi produktif di daerah terpencil.
Selain program elektrifikasi perdesaan, Bahlil turut melaporkan perkembangan signifikan terkait proyek hilirisasi industri kendaraan listrik nasional.
Pabrik sel baterai kendaraan listrik hasil kolaborasi antara perusahaan global CATL dan PT Antam dilaporkan telah merampungkan tahap konstruksi dan mulai berproduksi.
“Fasilitas produksi tersebut sudah mulai berjalan dan dijadwalkan segera diresmikan dalam waktu dekat,” tuturnya.
Pabrik baterai baru ini nantinya akan melengkapi ekosistem industri kendaraan listrik yang telah lebih dulu beroperasi di Indonesia, seperti fasilitas milik Hyundai serta pabrik di Halmahera.
Melalui integrasi sektor hulu pertambangan hingga manufaktur hilir, pemerintah optimistis posisi tawar Indonesia dalam rantai pasok global kendaraan listrik akan semakin kuat.








