RANTAU (TAPIN)

Isi Jabatan Kosong, 21 Guru di Tapin Resmi Diangkat Menjadi Kepala Sekolah

×

Isi Jabatan Kosong, 21 Guru di Tapin Resmi Diangkat Menjadi Kepala Sekolah

Sebarkan artikel ini
Bupati Tapin H. Yamani menyaksikan kepala sekolah yang dilantik menandatangani berita acara pelantikan. (Dok. Istimewa)
Bupati Tapin H. Yamani menyaksikan kepala sekolah yang dilantik menandatangani berita acara pelantikan. (Dok. Istimewa)

RANTAU, narasipublik.net Bupati Tapin H. Yamana melantik  sebanyak 21 guru di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapin yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah, Kamis (12/3/2026).

Pelantikan tersebut dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan kepala sekolah yang sebelumnya masih isi oleh pelaksana tugas agar pengelolaan sekolah dapat berjalan lebih optimal.

Bupati Tapin H. Yamani menegaskan jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan memiliki peran strategis dalam memimpin dan mengembangkan satuan pendidikan.

“Seorang kepala sekolah harus mampu menjadi teladan bagi guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Peran mereka sangat menentukan dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berkualitas,” ujarnya.

Ia menekankan, dunia pendidikan saat ini menghadapi berbagai tantangan yang terus berkembang, sehingga kepala sekolah dituntut memiliki kepemimpinan yang visioner, adaptif, serta mampu mendorong inovasi dalam proses pembelajaran.

Bupati Yamani juga meminta kepala sekolah untuk memperkuat manajemen sekolah serta membangun kerja sama dengan guru, orang tua, dan masyarakat guna meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Tapin.

“Kepercayaan yang diberikan ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Tapin,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Tapin Akhmad menjelaskan bahwa seluruh pejabat yang dilantik berasal dari kalangan guru sekolah dasar dan guru mata pelajaran di tingkat sekolah menengah pertama.

“Total ada 21 orang yang dilantik sebagai kepala sekolah dasar. Dari jumlah tersebut, lima orang di antaranya merupakan guru mata pelajaran SMP yang kini dipercaya memimpin sekolah dasar,” pungkasnya.