RANTAU, narasipublik.net – Banjir rob kembali menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Tapin. Data sementara BPBD Tapin mencatat sedikitnya 602 kepala keluarga atau sekitar 1.474 jiwa terdampak sejak Sabtu (03/01/2026) pagi.
Kepala Pelaksana BPBD Tapin, Muhammad Nor, mengatakan banjir rob terjadi di beberapa kecamatan, yakni Candi Laras Selatan, Bakarangan, dan Binuang.
“Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 50 sentimeter dan sebagian sudah masuk ke rumah warga,” ujarnya.
Di Kecamatan Candi Laras Selatan, banjir merendam Desa Sungai Rutas, Pabaungan Hilir, dan Baulin dengan jumlah terdampak 152 KK atau 549 jiwa.
“Satu fasilitas umum, SD Negeri Baulin, juga ikut tergenang akibat luapan air,” kata Muhammad Nor.
Sementara itu, di Desa Masta, Kecamatan Bakarangan, banjir dilaporkan sudah berlangsung cukup lama dan belum sepenuhnya surut.
“Di RT 002 RW 002 tercatat enam KK dengan 25 jiwa terdampak, dengan ketinggian air di dalam rumah sekitar 20 sentimeter,” jelasnya.
Kondisi diperparah oleh curah hujan yang masih sering terjadi serta aliran sungai yang tersumbat tanaman liar, sehingga genangan sulit surut dan berdampak pada kesehatan warga.
“Sebagian warga mulai mengeluhkan gangguan kesehatan seperti jamur kulit dan kutu air,” ungkapnya.
Di Kelurahan Raya Belanti (Cempaka), Kecamatan Binuang, banjir merendam RT 12, RT 13, dan RT 14 dengan total 225 KK atau sekitar 900 jiwa terdampak.
“Satu fasilitas pendidikan, SDN Binuang 10, ikut tergenang, namun kondisi air kini berangsur surut,” ujarnya.
BPBD Tapin memastikan tidak ada korban jiwa maupun pengungsi, sementara personel BPBD bersama TNI dan Polri terus melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada karena potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat memicu banjir susulan,” pungkasnya.

