BANJARMASIN, narasipublik.net – Lebih dari 600 personel gabungan dari Basarnas, TNI AU, Polri, hingga relawan dikerahkan untuk mencari 129 penumpang KM Virgo Transport 8 yang masih dinyatakan hilang di perairan Laut Jawa, Selasa (15/09/2026).
Pengerahan ratusan personel tersebut dilakukan guna mengoptimalkan penyisiran di tengah tantangan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di laut lepas.
Fokus Operasi SAR Gabungan kini beralih sepenuhnya pada pencarian korban hilang setelah seluruh jasad korban meninggal dunia berhasil dievakuasi penuh ke daratan.
Proses evakuasi jasad terakhir tuntas dilaporkan setelah helikopter Polisi Udara mendaratkan dua jenazah di Lanud Sjamsudin Noor Banjarbaru untuk dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin.
Dengan tuntasnya penanganan korban meninggal dunia, ratusan petugas yang bersiaga langsung dimaksimalkan untuk menyisir area perairan sesuai pemetaan digital SAR Map.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengonfirmasi pergerakan besar-besaran armada gabungan tersebut demi mendeteksi keberadaan para korban secepatnya.
Dukungan penuh dari jajaran kepolisian juga terus mengalir untuk menyokong pergerakan armada penyisir di lapangan.
“Kami atas perintah pimpinan Polri hadir untuk membackup penuh Basarnas dengan mengerahkan helikopter Dauphin serta dua kapal patroli,” ujar Kepala Korpolairud Baharkam Polri, Irjen Pol Raden Firdaus Kurniawan.
Prioritas penyisiran oleh 600 lebih personel ini diarahkan mengitari titik acuan posisi bangkai kapal dengan memperhitungkan pergerakan arah arus laut.
Tim gabungan terus memacu operasi penyelamatan laut dan udara ini untuk memastikan seluruh korban yang belum ditemukan dapat segera terdeteksi.
