KANDANGAN (HSS)

Program Rumah Sejahtera 2026, Puluhan Warga Daha Terima Bantuan Bedah Rumah

×

Program Rumah Sejahtera 2026, Puluhan Warga Daha Terima Bantuan Bedah Rumah

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati HSS, H. Suriani menyerahkan bantuan PRS kepada penerima manfaat secara simbolis. (Dok. Istimewa)
Wakil Bupati HSS, H. Suriani menyerahkan bantuan PRS kepada penerima manfaat secara simbolis. (Dok. Istimewa)

KANDANGAN, narasipublik.net Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), H. Suriani, menyerahkan secara simbolis bantuan sosial Program Rumah Sejahtera (PRS) Tahun Anggaran 2026 kepada puluhan warga di wilayah Daha, Rabu (03/06/2026).

Penyaluran bantuan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Daha Utara ini bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu agar bisa memiliki hunian yang layak, sehat, dan aman.

Kepala Dinas Sosial HSS, Nordiansyah, menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu pilar penting dalam skema penanganan kemiskinan secara terpadu di Bumi Rakat Mufakat.

“Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi menjadi fondasi pembentukan karakter keluarga dan generasi muda yang berkualitas. Karena itu, Pemkab HSS terus berkomitmen menjalankan program penanganan kemiskinan secara terpadu, salah satunya melalui PRS,” ujar Nordiansyah.

​Ia membeberkan, total kuota PRS yang lolos verifikasi pada APBD 2026 ini mencapai 126 unit rumah di seluruh wilayah HSS, di mana 38 unit di antaranya dialokasikan khusus untuk kawasan Daha.

Dalam arahannya, Wakil Bupati HSS H. Suriani menegaskan bahwa nilai bantuan stimulan pembenahan rumah pada tahun anggaran ini mengalami kenaikan signifikan dibanding periode sebelumnya.

Jika dahulu bantuan dipatok sebesar Rp17,5 juta, maka pada tahun 2026 ini nominal anggaran yang dikucurkan melonjak naik menjadi Rp25 juta untuk setiap unit rumah penerima manfaat.

“Kita berharap dana yang diberikan agar dimanfaatkan untuk pembangunan dan perbaikan rumah. Jangan sampai digunakan untuk keperluan lain di luar tujuan program,” tegas Suriani.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggalakkan kembali budaya gotong royong saat proses bedah rumah berjalan agar bisa menghemat ongkos upah tukang.

“Ini merupakan salah satu wujud komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.