KUALA KAPUAS, narasipublik.net – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Dinas Kesehatan dan RSUD Kabupaten Kapuas, Kamis (23/4/2026).
Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kalteng, H. Sugiarto, didampingi Wakil Ketua Tomi Irawan Diran, serta disambut oleh Kepala Dinkes Kapuas dr. Agus Waluyo dan Direktur RSUD Kapuas dr. Delianae.
Kunjungan ini bertujuan untuk mentau upaya penekanan angka stunting di wilayah Provinsi Kalteng serta evaluasi terhadap fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Kapuas.
Ketua Komisi III DPRD Kalteng, H. Sugiarto, menyoroti tren angka stunting di Kapuas yang sempat berada di posisi 16,2 persen pada 2023, namun mengalami kenaikan signifikan menjadi di atas 22 persen pada 2024.
“Kita melihat bagaimana upaya untuk menekan stunting di wilayah Kalteng. Nanti Pemprov bisa memperhatikan terkait bantuan yang harus disupport untuk Kabupaten Kapuas,” kata Sugiarto.
Ia berharap adanya sinergi yang kuat agar angka stunting tersebut dapat segera diturunkan melalui dukungan anggaran dan program yang tepat sasaran dari pemerintah provinsi.
Sugiarto juga mengapresiasi berbagai terobosan yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, dr. Agus Waluyo, menjelaskan tantangan layanan kesehatan terkait aturan baru BPJS sejak Desember 2024 mengenai kriteria pasien IGD.
Menurutnya, aturan tersebut bertujuan untuk mengurai kepadatan pasien di rumah sakit agar pelayanan tetap berjalan optimal dan tidak mengalami kelebihan beban (overload).
“Rumah sakit kita ada penambahan kapasitas IGD, tetapi setelah ditambah masih penuh juga. Nanti akan diedukasikan kepada masyarakat,” jelas dr. Agus Waluyo.
Sebagai solusi jangka panjang, pihak Dinas Kesehatan menilai perlunya pengembangan fasilitas kesehatan di tingkat dasar untuk mendukung layanan di pusat kota.
”Mungkin di dalam kota Kapuas perlu adanya Puskesmas untuk rawat inap guna mengurai kepadatan di rumah sakit,” pungkasnya.
