RANTAU (TAPIN)

Sekda Tapin Hadiri Rembuk Stunting II Kecamatan Binuang

×

Sekda Tapin Hadiri Rembuk Stunting II Kecamatan Binuang

Sebarkan artikel ini
Sekda Tapin, Sufiansyah saat menghadiri rembuk stunting di Kecamatan Binuang. (Foto : Prokopim Tapin)
Sekda Tapin, Sufiansyah saat menghadiri rembuk stunting di Kecamatan Binuang. (Foto : Prokopim Tapin)

RANTAU, narasipublik.net Sekretaris Daerah (Sekda) Tapin, Sufiansyah membuka secara resmi acara Rembuk Stunting II Tingkat Kecamatan Binuang, Jumat (08/11/2024).

Dalam kesempatan itu, Sufiansyah menekankan bahwa percepatan penurunan angka stunting sangat penting dilakukan sebagai bagian dari program prioritas nasional.

“Stunting merupakan ancaman serius terhadap kualitas hidup, produktivitas, dan daya saing manusia, karena dapat menghambat pertumbuhan otak serta perkembangan metabolisme tubuh dalam jangka panjang,” ucap Sekda Tapin.

Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka prevelensi stunting di Kabupaten Tapin tercatat sebesar 14,5 persen, menjadikannya yang tertinggi di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Namun, pada tahun 2023 angka stunting tersebut mengalami penurunan menjadi 14,4 persen dari hasil perhitungan yang dilakukan tim Survei Kesehatan Indonesia (SKI).

“Stunting ini masih menjadi tanggung jawab kita bersama, dan harus ditekan sesuai target RPJMN 2020-2024 hingga mencapai angka 14 persen,” tuturnya.

Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tapin, Sufiansyah memberikan apresiasi kepada tim di Kecamatan Binuang atas peran aktif dalam upaya penanganan stunting melalui pendekatan multisektor.

“Saya sangat mengapresiasi tim yang selalu melakukan upaya percepatan penurunan stunting, baik melalui program yang akan dimasukkan ke RKPD maupun Renja tahun berikutnya,” tandas Sufiansyah.

Tidak hanya itu, ia berharap agar kasus stunting terus berkurang secara bertahap, agar Kabupaten Tapin dapat memiliki generasi emas yang unggul di berbagai bidang pada tahun 2045 mendatang.

“Saya harap tanggung jawab intervensi stunting dapat dilakukan oleh semua pihak, termasuk seluruh masyarakat di Kecamatan Binuang,” pungkasnya.