RANTAU, narasipublik.net – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Tapin bersama Dinas Pertanian setempat meluncurkan gerakan penanaman cabai serentak di lima desa guna memperkuat ketahanan pangan keluarga, Rabu (29/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lahan pertanian Desa Salam Babaris, Kecamatan Salam Babaris ini diikuti oleh jajaran Kelompok Tani Wanita (KWT) serta sejumlah pejabat daerah.
Gerakan tersebut diinisiasi sebagai langkah pemerintah daerah untuk menekan laju inflasi, mengingat cabai merupakan komoditas yang kerap memicu kenaikan harga pangan di pasar.
Ketua TP PKK Tapin, Hj Faridah Yamani, menjelaskan bahwa kaum perempuan memiliki peran vital dalam memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan mandiri.
“KWT menjadi penggerak utama karena mereka bersentuhan langsung dengan kebutuhan pangan keluarga,” ujar Hj Faridah Yamani.
Ia menambahkan, kebutuhan cabai rumah tangga idealnya dapat dipenuhi dari hasil tanam sendiri agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada fluktuasi harga di pasar.
”Program ini bukan sekadar kegiatan musiman, melainkan upaya jangka panjang untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga melalui hasil panen yang bisa bernilai jual,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tapin, drh M Tri Asmoro, menyebutkan pihaknya telah menyalurkan bantuan sebanyak 4.000 bibit cabai untuk setiap kelompok tani penerima manfaat.
”Kaum Perempuan yang tergabung dalam KWT penerima tersebar di Desa Serawi, Gadung Keramat, Mandurian, Sawang, dan Salam Babaris,” sebut Tri Asmoro.
Pihaknya menilai keterlibatan ibu rumah tangga sangat efektif dalam mengelola tanaman pekarangan, sehingga produksi cabai di tingkat rumah tangga bisa lebih stabil.
“Cabai termasuk komoditas yang sangat mempengaruhi inflasi. Karena itu, produksi di tingkat rumah tangga perlu diperkuat,” tuturnya.
Program ini diharapkan mampu menjaga pasokan cabai lokal tetap tersedia, sekaligus menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Tapin untuk melakukan gerakan serupa secara berkelanjutan.
