RANTAU, narasipublik.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapin bersama TNI menggelar rapat koordinasi percepatan pembangunan Gerai Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP), di Aula Tamasa Kantor Bupati Tapin, Senin (19/1/2026).
Rapat lintas sektor tersebut dipimpin langsung Bupati Tapin H Yamani dan didampingi Komandan Kodim 1010/Tapin Letkol Inf Dimas Yamma Putra, serta dihadiri Kepala Dinas PMD Tapin Rahmadi dan Plt Kepala Dinas Perindustrian Tapin Hj Nurul Kamariah.
Dalam rapat itu terungkap bahwa kesiapan lahan masih menjadi kendala utama yang menghambat percepatan pembangunan KDKMP di sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Tapin.
Komandan Kodim 1010/Tapin Letkol Inf Dimas Yamma Putra menyampaikan bahwa program KDKMP direncanakan menjangkau 135 desa dan kelurahan, namun hingga saat ini baru 25 lokasi yang memasuki tahap pembangunan fisik.
“Sebagian besar lokasi masih terkendala ketersediaan dan kelayakan lahan,” ujar Letkol Inf Dimas Yamma Putra.
Ia merinci, sebanyak 15 desa menggunakan lahan milik pemerintah daerah, 36 desa belum memiliki lahan, dan 43 desa memiliki lahan namun belum memenuhi standar luas yang ditetapkan.
“Selain itu, terdapat 10 lokasi yang memerlukan pematangan lahan dan enam desa masih menghadapi kendala administrasi,” jelasnya.
Dandim 1010/Tapin memaparkan, progres pembangunan tertinggi berada di Desa Ayunan Papan, Kecamatan Lokpaikat, dengan capaian 39,03 persen. Disusul Desa Kambang Habang Lama di Kecamatan Salam Babaris sebesar 25,61 persen dan Desa Kambang Habang Baru 21,77 persen.
“Sementara itu, sejumlah desa lainnya masih berada di bawah 10 persen, bahkan ada yang baru memulai pembangunan,” tambahnya.
Menanggapi laporan tersebut, Bupati Tapin H Yamani menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh percepatan program Koperasi Merah Putih sebagai upaya penguatan ekonomi desa dan kelurahan.
“Koperasi Merah Putih menjadi instrumen penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk mempercepat penyelesaian persoalan lahan,” tegas Yamani.
