PUBLIK SPORT, narasipublik.net – Pelatih Benfica, Jose Mourinho, memasang kewaspadaan tinggi jelang menghadapi Real Madrid pada play-off babak 16 besar Liga Champions 2025/2026.
Ia menyebut Los Blancos sebagai “raja yang terluka” dan berpotensi sangat berbahaya.
Benfica memang punya modal berharga setelah menang 4-2 atas Real Madrid di Estadio da Luz pada fase liga, 29 Januari lalu.
Hasil itu membuat wakil Portugal tersebut mengguncang posisi Madrid hingga harus melalui jalur play-off.
Kini kedua tim kembali dipertemukan dalam format dua leg yang diprediksi menjadi sorotan utama publik sepak bola Eropa.
Leg pertama akan digelar di Estadio da Luz pada Rabu (18/2/2026) dini hari WIB, sedangkan leg kedua berlangsung di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026).
Real Madrid tetap berstatus raksasa Eropa dengan koleksi 15 trofi Liga Champions. Namun, finis di posisi kesembilan fase liga dengan 15 poin menunjukkan inkonsistensi tim asuhan Alvaro Arbeloa musim ini.
Mourinho yang pernah menukangi Madrid memahami betul karakter mantan klubnya tersebut. Ia menilai kekalahan sebelumnya justru bisa menjadi bahan bakar motivasi bagi sang juara Eropa.
“Mereka terluka, dan raja yang terluka itu berbahaya. Namun, kami akan memainkan leg pertama dengan ambisi dan kepercayaan diri,” ujar Mourinho dikutip dari BBC.
Pelatih berusia 63 tahun itu menegaskan pengalaman panjangnya di kompetisi elite Eropa menjadi modal penting menghadapi laga besar seperti ini.
“Saya sudah sangat terbiasa dengan pertandingan seperti ini. Saya sudah melakukannya sepanjang hidup saya,” tegasnya.
Meski unggul dalam pertemuan terakhir, Benfica tidak ingin terlena. Real Madrid datang dengan tren positif setelah meraih tiga kemenangan beruntun di LaLiga atas Rayo Vallecano, Valencia, dan Real Sociedad.
Mourinho pun mengingatkan bahwa duel dua leg tidak pernah bisa diprediksi hanya dari hasil sebelumnya.
“Orang sering berpikir Anda membutuhkan hasil tertentu di leg pertama karena alasan ini atau itu, saya katakan tidak ada hasil yang pasti,” tutupnya.
