RANTAU, narasipublik.net – Musibah kebakaran melanda kawasan permukiman warga di Desa Tarungin RT 003, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin, Kamis (06/08/2026) sekitar pukul 20.00 WITA.
Peristiwa tersebut menghanguskan sedikitnya tiga unit rumah warga dan satu gudang akibat kobaran api yang membesar dengan cepat pada bangunan bermaterial kayu.
Meskipun tidak menelan korban jiwa, seorang balita terpaksa dilarikan dan dirujuk ke Puskesmas Binuang usai mengalami sesak napas akibat menghirup asap pekat di lokasi kejadian.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin, Mudo Harjuno, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 20.07 WITA melalui pesan grup singkat.
“Korban jiwa tidak ada. Namun satu balita mengalami sesak napas akibat menghirup asap dan telah dirujuk ke Puskesmas Binuang untuk penanganan medis,” ujar Mudo Harjuno, Jumat (07/08/2026).
Berdasarkan pendataan petugas di lapangan, kediaman milik Imansyah dan Joko rusak parah hingga nyaris rata dengan tanah, sementara rumah milik Sarlan mengalami kerusakan berat.
Selain itu, rumah milik Tursilawati serta satu unit gudang milik H. Kadi juga turut terdampak kobaran amuk si jago merah.
Api berhasil dipadamkan berkat kesiapsiagaan gabungan relawan pemadam dari Kecamatan Hatungun dan Binuang, yang dibantu oleh unsur Bapara serta Balakar Tapin.
Mudo menambahkan bahwa dugaan sementara penyebab musibah kebakaran ini dipicu oleh adanya korsleting arus pendek listrik pada salah satu bangunan.
“Hasil pantaun awal mengindikasikan api diduga berasal dari korsleting listrik. Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp380 juta hingga Rp400 juta,” pungkasnya.
