KALIMANTAN TENGAH

Kasus ISPA Melonjak, Dinkes Kapuas Sediakan Rumah Oksigen Gratis Untuk Warga

×

Kasus ISPA Melonjak, Dinkes Kapuas Sediakan Rumah Oksigen Gratis Untuk Warga

Sebarkan artikel ini
Ketua Tim Kerja Surveilans dan Kekarantinaan Dinkes Kapuas, Hari Satrisno. (Dok: Narasi Publik)
Ketua Tim Kerja Surveilans dan Kekarantinaan Dinkes Kapuas, Hari Satrisno. (Dok: Narasi Publik)

KUALA KAPUAS, narasipublik.net Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas mengintensifkan pemantauan tren penularan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seiring meningkatnya ancaman bencana kabut asap, Rabu (23/09/2026).

Langkah ini dilakukan secara real-time lewat Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Kemenkes yang terhubung langsung ke seluruh puskesmas dan rumah sakit se-Kabupaten Kapuas.

Berdasarkan pencatatan Dinkes Kapuas, grafik temuan kasus ISPA melonjak tajam pada pekan ke-31 hingga pekan ke-32, bergerak dari 281 kasus menjadi 415 kasus.

Kecamatan Selat mendominasi angka penularan tertinggi di daerah tersebut, disusul wilayah Kecamatan Kapuas Hilir serta Kapuas Tengah.

Mewakili Kepala Dinas Kesehatan dr. Agus Waluyo, Ketua Tim Kerja Surveilans dan Kekarantinaan Dinkes Kapuas Hari Satrisno menegaskan kesiapan jajarannya menekan risiko paparan asap pada masyarakat.

“Untuk melihat perkembangan kasus, kami melakukan pengamatan mingguan melalui laporan dari fasilitas pelayanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit,” ujar Hari Satrisno.

Guna mengantisipasi kondisi darurat pernapasan, pihak dinas menyiagakan posko bantuan medis dan ruang oksigen yang bisa diakses warga tanpa dipungut biaya.

“Untuk pelayanan oksigen tersebut gratis. Jika masyarakat mengalami keluhan sesak atau gangguan pernapasan, silakan datang ke fasilitas kesehatan terdekat,” jelasnya.

Selain di faskes resmi, arena Sanggar Pramuka juga disulap menjadi posko rumah oksigen gratis demi menyokong kebutuhan evakuasi warga yang terdampak asap pekat.

Dinkes Kapuas mengimbau seluruh elemen masyarakat agar konsisten memakai masker pelindung serta mengurangi durasi aktivitas di ruang terbuka selama kualitas udara memburuk.