oleh

Genangan Air di Desa Pulantan Balangan Lambat Surut, Diduga ini Penyebabnya!!

NARASI PUBLIK

BALANGAN, narasipublik.net Banjir kiriman dari luapan Sungai Pitap Kecamatan Tebing Tinggi kini menjadi permasalahan serius bagi warga Desa Pulantan Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan.

Kepala Desa (Kades) Pulantan, Yusni mengatakan, banjir yang menggenangi pemukiman warga kondisinya sangat lambat surut.

Hal itu dikarenakan kurangnya tempat pembuangan air lantaran adanya jalur irigasi di belakang pemukiman warga setempat yang membentang hingga ke wilayah Putat Basiun.

Sehingga aliran air tidak bisa lewat dengan cepat seperti sebelumnya menuju ke persawahan yang mengakibatkan air menggenang cukup lama di wilayah pemukiman warga.

Kepala Desa Pulantan
Yusni, Kepala Desa Pulantan

“Dulu air sangat mudah keluar ke sawah lewat samping irigasi saluran namun sekarang menjadi susah keluar, karena cuma ada tiga tempat pembuangan air yang ukuranya hanya sekitar 1 meter,” ujar Kades, Senin (22/11/2021).

Lambatnya air surut kini membuat aktivitas masyarakat setempat terganggu, bahkan warga yang rumahnya terendam mayoritas berprofesi sebagai penyadap aren.

Tidak hanya rumahnya yang terendam, namun tungku pembuatan aren milik mereka pun ikut terendam sehingga membuat pekerjaan mereka terhambat.

“Karena kejadian ini, kemarin warga sempat emosi dan berinisiatif untuk membobol saluran irigasi, namun beruntung aksinya masyarakat tersebut dapat digagalkan dengan diberikan pemahaman,” tuturnya.

Diterangkan lebih lanjut, sebelumnya warga Desa Pulantan sudah sempat mengadukan permasalahan tersebut ke Dinas PUPR setempat, namun tidak membuahkan hasil.

“Pihak PUPR berdalih kalau proyek saluran irigasi ini bukan kewenangan mereka, melainkan milik Balai Sungai,” ujar Yusni.

Kini masyarakat setempat berharap kepada pihak yang bersangkutan untuk dapat mencarikan solusi terkait permasalahan tersebut agar genangan air yang sudah terjadi sejak beberapa hari itu dapat segera surut.

Ditempat terpisah, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Balangan, Rahmadiah mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan bidang terkait.

“Nanti akan kita tanyakan kepada bidang yang bersangkutan,” sebutnya.

Bahkan dirinya juga membenarkan bahwa saluran irigasi tersebut adalah milik Balai Sungai, sehingga kedepannya pihaknya juga akan segera melakukan koordinasi guna menindak lanjuti keluhan warga tersebut.

Reporter : Fik
Editor : Van

Berita Lainnya :