KALIMANTAN TENGAH

DPMD Kapuas Terima Kunjungan DPRD Tabalong Bahas Program Satu Miliar Desa

×

DPMD Kapuas Terima Kunjungan DPRD Tabalong Bahas Program Satu Miliar Desa

Sebarkan artikel ini
Kepala DPMD Kabupaten Kapuas, Jhon Pita Kadang menyambut kunjungan Komisi I DPRD Kabupaten Tabalong. (Dok. Narasi Publik)
Kepala DPMD Kabupaten Kapuas, Jhon Pita Kadang menyambut kunjungan Komisi I DPRD Kabupaten Tabalong. (Dok. Narasi Publik)

KUALA KAPUAS, narasipublik.net Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kapuas menerima kunjungan kerja Komisi I DPRD Kabupaten Tabalong, Kamis (22/1/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka studi komparasi dan diskusi terkait pelaksanaan program satu miliar satu desa di Kabupaten Kapuas.

Anggota DPRD Kabupaten Tabalong, Ahmad Helmi, menyampaikan bahwa pihaknya ingin mempelajari pola pembinaan desa serta sinkronisasi program pemerintah pusat, khususnya pengembangan Koperasi Merah Putih yang bersinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Kami ingin membangun kerja sama. Apa yang ada di Kabupaten Kapuas akan kami bawa dan sesuaikan di Kabupaten Tabalong,” ujar Ahmad Helmi.

Ia menambahkan, hasil pembahasan bersama DPMD Kapuas akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan DPMD Kabupaten Tabalong sebagai bahan perumusan kebijakan daerah.

Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Kapuas, Jhon Pita Kadang, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan.

“Kami satu pemahaman terkait pengelolaan Koperasi Merah Putih. Ada wacana keterlibatan CSR untuk mendukung, karena jika hanya dibebankan ke desa tentu akan menjadi kendala,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dampak program satu miliar satu desa memang belum terlihat sepenuhnya, namun sudah mulai dirasakan melalui berkurangnya gesekan di masyarakat.

“Dengan Musrenbang yang sudah berjalan, masyarakat mulai merasakan arah pembangunan, meskipun ADD berkurang tetapi dana satu miliar desa membantu mereka,” katanya.

Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian desa serta mendorong pemerataan pembangunan di tingkat desa.

“Harapannya, desa benar-benar merasakan manfaat pembangunan secara berkelanjutan,” pungkas Jhon Pita Kadang.