KALIMANTAN TENGAHPERISTIWA

Habitat Rusak Akibat Karhutla, Orang Utan Ira di Kotim Dievakuasi

×

Habitat Rusak Akibat Karhutla, Orang Utan Ira di Kotim Dievakuasi

Sebarkan artikel ini
Tim dokter hewan OFI melakukan memeriksa kondisi kesehatan orang utan Ira setelah berhasil dievakuasi. (Dok: BKSDA Kalteng)
Tim dokter hewan OFI melakukan memeriksa kondisi kesehatan orang utan Ira setelah berhasil dievakuasi. (Dok: BKSDA Kalteng)

KOTAWARINGIN TIMUR, narasipublik.net – Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama Yayasan Orangutan Foundation International (OFI) berhasil mengevakuasi seekor orang utan betina bernama Ira dari hutan bekas terbakar di Jalan Tjilik Riwut Km 9, Kotawaringin Timur (Kotim).

Satwa dilindungi yang diperkirakan berusia 20 tahun itu diselamatkan saat malam hari dalam kondisi bertahan di atas pohon setinggi 10 meter usai habitatnya ludes dilalap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Proses penyelamatan berlangsung dramatis akibat jarak pandang terbatas, medan yang dipenuhi tunggul kayu sisa kebakaran, serta ranting pohon yang sangat rimbun.

Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, menuturkan bahwa evakuasi dilakukan setelah memantau pergerakan orang utan tersebut sejak pagi usai menerima laporan dari masyarakat setempat.

“Saat ditemukan Ira berada di atas pohon. Rimbunnya ranting membuat petugas kesulitan mendapatkan posisi yang aman untuk melakukan pembiusan,” terang Muriansyah, Jumat (16/10/2026).

Petugas terpaksa memanjat dan membentangkan jaring evakuasi di bawah pohon agar tubuh orang utan berbobot 28 kilogram itu tidak cedera saat jatuh terlepas dari cengkeraman ranting usai terbius.

“Sekitar pukul 19.15 WIB Ira akhirnya terlepas dari pohon dan jatuh tepat ke jaring yang telah disiapkan,” lanjut Muriansyah.

Pemeriksaan medis awal oleh tim dokter hewan OFI menunjukkan kondisi fisik Ira cukup baik tanpa cedera patah tulang maupun gangguan saluran pernapasan.

Dokter hewan OFI, drh. Ichlasul Khaerul, mengungkapkan bahwa Ira diduga kuat kelaparan karena sumber pakan alamiah di lokasi bekas karhutla tersebut telah musnah.

“Kalau kita lihat kondisi lapangan sumber makanan di situ sangat sedikit bahkan bisa dibilang tidak ada,” tutur drh. Ichlasul.

Usai dievakuasi, Ira langsung dibawa menuju Pangkalan Bun untuk menjalani rehabilitasi dan pemeriksaan laboratorium lanjutan sebelum dilepasliarkan kembali.

BKSDA mencatat Ira merupakan individu orang utan keempat yang berhasil diselamatkan dari ancaman karhutla di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.