AMUNTAI, narasipublik.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Utara (HSU) menunjukkan keseriusannya dalam mengatasi krisis air bersih dengan membawa langsung puluhan usulan masyarakat ke tingkat regional.
Bupati HSU H. Sahrujani memboyong sekitar 30 kepala desa dari sembilan kecamatan untuk menemui pimpinan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III.
Pertemuan tersebut bertujuan memperjuangkan sekitar 30 usulan pembangunan sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih warga pedesaan di HSU.
Sahrujani menegaskan bahwa langkah jemput bola ini diambil agar kebutuhan dasar masyarakat tidak hanya mengendap sebagai berkas administratif semata.
“Ini bentuk keseriusan Pemkab HSU dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Kita membawa langsung kepala desa agar usulan yang disampaikan benar-benar berdasarkan kebutuhan di desa,” ujar Sahrujani.
Ia menambahkan, kehadiran para kepala desa secara langsung sangat efektif dalam memaparkan fakta serta kondisi riil keterbatasan sumber air di wilayah masing-masing.
Sahrujani berharap sinergi antara Pemkab HSU, pemerintah desa, dan BWS Kalimantan III terus terjalin kuat hingga proyek infrastruktur air tersebut terealisasi.
“Kita ingin setiap usulan yang disampaikan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Langkah responsif Pemkab HSU disambut hangat oleh Kepala BWS Kalimantan III Dr. Sandi Erryyanto yang menyatakan kesiapannya untuk menerima dan mengawal usulan sumur bor tersebut.
Melalui dukungan BWS Kalimantan III, Pemkab HSU optimistis persoalan keterbatasan air bersih di puluhan desa dapat teratasi secara bertahap.
