AMUNTAI, narasipublik.net – Menjelang rencana aksi mahasiswa di Kantor DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Ketua STIA Amuntai Dr. Reno Affrian mengimbau peserta aksi agar mengedepankan etika dan ketertiban.
Reno memandang rencana aksi penyampaian aspirasi tersebut sebagai wujud kepekaan sosial serta bentuk kebebasan berpendapat yang dilindungi dalam kehidupan demokrasi.
Ia menegaskan bahwa gerakan mahasiswa merupakan bentuk penerapan nalar kritis akademik yang harus tetap dijaga kesantunannya.
“Kami memandang rencana aksi damai besok sebagai wujud kepekaan sosial dan hak kebebasan menyampaikan pendapat,” ujar Reno.
Reno berpesan agar seluruh tuntutan yang disuarakan memiliki dasar argumen ilmiah, data yang matang, serta hasil kajian yang valid.
“Pesan kami, komitmen aksi dan beretika. Menyampaikan argumen secara santun, tertib, substansi, serta menghindari aksi anarkis yang merugikan masyarakat maupun fasilitas publik,” tegasnya.
Selain menyoroti substansi isu, Reno juga menekankan agar para mahasiswa mewaspadai potensi penyusup atau provokasi dari pihak luar.
Ia mengingatkan peserta aksi untuk tetap fokus pada poin tuntutan dan tidak mudah terpancing emosi yang berisiko memicu kericuhan.
Ia berharap kelompok mahasiswa tidak hanya pandai melontarkan kritik, tetapi juga mampu menawarkan gagasan solusi yang realistis bagi daerah.
“Jadikan aksi sebagai ruang menyampaikan aspirasi berbasis data dan kajian, bukan sekadar luapan emosi,” pungkasnya.
