AMUNTAI, narasipublik.net – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Antasari secara resmi menyampaikan permohonan maaf dan rasa prihatin atas insiden gangguan kesehatan yang menimpa puluhan siswa SMKN 1 Amuntai.
Langkah ini diambil menyusul terjadinya keluhan kesehatan massal diduga setelah para siswa dan sejumlah warga menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis kemarin.
Kepala SPPG Antasari, Syifa Kamelia, menyatakan bahwa pihaknya sangat menghormati seluruh proses pemeriksaan yang tengah dilakukan oleh instansi terkait untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.
“Dengan penuh rasa hormat dan kepedulian, kami menyampaikan keprihatinan atas kondisi para siswa dan sebagian warga. Kami juga memohon maaf atas keresahan yang timbul,” ujar Syifa Kamelia, Jumat (24/04/2026).
Syifa mengklaim bahwa sejauh ini seluruh tahapan pengolahan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga distribusi, sebenarnya telah mengikuti standar keamanan pangan yang ketat.
Meski demikian, pihaknya mengaku sangat terbuka terhadap hasil evaluasi dari pihak luar dan siap bekerja sama dengan Dinas Kesehatan serta BPOM guna perbaikan layanan di masa mendatang.
“Kami siap mendukung seluruh proses evaluasi dan perbaikan agar ke depan pelayanan program MBG bisa berjalan lebih aman dan optimal,” tegas Syifa.
Sebagai langkah antisipatif, pihaknya memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas operasional di SPPG Antasari hingga adanya rekomendasi resmi dari pihak berwenang yang menyatakan pelayanan aman untuk dilanjutkan.
Insiden ini turut memicu perhatian dari Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kalimantan Selatan yang langsung turun ke lapangan guna memastikan penanganan sesuai prosedur.
Pihak SPPG berkomitmen menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi menyeluruh, terutama pada sistem pengawasan kualitas bahan baku serta pengendalian mutu distribusi makanan.
