JAKARTA, narasipublik.net – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menorehkan langkah diplomatik penting di panggung global dengan menandatangani piagam Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza dalam forum World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026) waktu setempat.
Penandatanganan tersebut dilakukan langsung di sisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump selaku penggagas dewan. Momentum ini sekaligus menandai terbentuknya Dewan Perdamaian Gaza sebagai organisasi internasional baru.
Berdasarkan siaran resmi Gedung Putih, Presiden Prabowo duduk di posisi strategis di sebelah kiri Donald Trump. Sementara di sisi kanan Trump tampak Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban.
Indonesia menjadi bagian dari koalisi internasional bersama sejumlah negara lain yang turut menandatangani piagam tersebut. Kehadiran banyak negara menegaskan dukungan global terhadap inisiatif perdamaian Gaza.
Negara-negara yang bergabung antara lain Bahrain, Maroko, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Mesir, Yordania, Kazakhstan, Kosovo, Mongolia, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, serta Hungaria.
Pemerintah Indonesia menegaskan keikutsertaan ini dilandasi komitmen kuat terhadap perdamaian Palestina dan keberlanjutan proses politik yang adil.
“Keikutsertaan ini untuk memastikan transisi Gaza tetap mengarah pada solusi dua negara (two-state solutions). Kami tidak ingin ini menjadi pengaturan permanen yang justru mengabaikan hak rakyat Palestina,” tegas pernyataan resmi pemerintah.
Dalam Dewan Perdamaian Gaza, Indonesia akan mendorong penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, penyaluran bantuan kemanusiaan, serta pemulihan pemerintahan sipil Palestina yang sah dan berdaulat.
