oleh

Butuh Uluran Tangan, IRT di Banjarmasin Berjuang Lawan Kanker Kista Ovarium

NARASI PUBLIK

BANJARMASIN, narasipublik.net Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Banjarmasin berjuang melawan penyakit kanker kista ovarium, dan membutuhkan uluran tangan untuk biaya pengobatan.

Yulida Febriani (26) kini hanya bisa berbaring di tempat tidur, sejak didiagnosa menderita kanker rahim pecah yang menimbulkan cairan di paru atau kanker kista ovarium.

Perutnya terus membesar, dan menimbulkan sakit yang amat perih.

Warga Jalan Kelayan A II, Gang Sri Rejeki RT 17, RW 02, Kelurahan Murung Raya, Kecamatan Banjarmasin Selatan itu, sudah setahun lebih mengidap penyakit tersebut.

Awalnya, ia mengeluhkan kesulitan buang air kecil hingga tiga bulan lamanya dan membuat perutnya membengkak.

Sang suami bernama Muhammad Asy’ari (27), lalu membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin.

Di RSUD, Yulida diberi perawatan dan dilakukan penyedotan cairan yang disebut asites. Kemudian dilakukan rontgen, hingga diketahui penyakit tersebut berdasarkan hasil diagnosa.

Muhammad Asy’ari mengatakan, isterinya sudah berkali-kali pulang-pergi menjalani rangkaian pengobatan.

Ikhtiarnya, membawa untuk pengobatan medis maupun pengobatan alternatif.

Asy’ari mengungkapkan, isterinya bahkan sudah menjalani kemoterapi sebanyak tiga kali untuk memecah tumor. Namun, operasi pengangkatan tumor belum juga dilakukan.

“Pelayanan bedahnya tutup karena banyak yang kena Covid-19. Sampai saat ini saya bingung, bagaimana agar istri saya cepat dioperasi,” tuturnya.

Asy’ari mengaku tidak kuasa, ketika mendengar isterinya mengeluhkan sakit seakan ditusuk bagian perut setiap saat. Hal itu membuatnya sedih sampai berlinang air mata.

“Sering mengeluh sakit di bagian perut terasa ditusuk,” ungkapnya, berkaca-kaca.

Saat ini, kondisi Yulida terus mengkhawatirkan karena sudah kehilangan tenaga untuk bisa bergerak. Sementara perutnya terus membengkak, akibat penumpukan cairan serta kanker yang pecah.

Ironisnya, Asy’ari yang awalnya bekerja sebagai karyawan di toko sepatu, kini diistirahatkan karena pengurangan karyawan akibat pandemi Covid-19.

Sehingga, membuatnya bingung untuk biaya pengobatan, dan menyadari belum bisa mengupayakan yang terbaik bagi isteri tercintanya.

“Sampai saat ini belum ada bantuan yang datang langsung ke rumah, terkecuali dari Kitabisa.com yang membuka donasi untuk tambahan biaya pengobatan,” bebernya.

Asy’ari berharap, ada pihak yang bisa membantu untuk biaya pengobatan isterinya. Terlebih, isterinya makin termotivasi untuk sembuh dan segera ingin bermain bersama anaknya.

Bantuan bisa langsung datang ke rumah, maupun menghubungi ke nomor telepon Asy’ari 0878-6047-7194. (DAL)

Editor : Yat

Berita Lainnya :