KANDANGAN (HSS)PERISTIWA

Polres HSS Turunkan Water Cannon Padamkan Karhutla di Sungai Kupang

×

Polres HSS Turunkan Water Cannon Padamkan Karhutla di Sungai Kupang

Sebarkan artikel ini
Mobil Water Cannon Polres HSS membantu melakukan pemadaman karhutla di Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kandangan. (Dok: Istimewa)
Mobil Water Cannon Polres HSS membantu melakukan pemadaman karhutla di Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kandangan. (Dok: Istimewa)

KANDANGAN, narasipublik.net Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) menerjunkan satu unit kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kandangan, Selasa (18/08/2026) malam.

Kehadiran armada AWC milik Polres HSS tersebut difokuskan untuk melakukan pembasahan serta pendinginan pada area semak belukar dan lahan pertanian warga yang terbakar.

Peristiwa karhutla yang melahap area seluas kurang lebih 1,7 hektare ini pertama kali terdeteksi membakar wilayah setempat sekitar pukul 21.10 WITA.

Penyemprotan air bertekanan tinggi dari mobil taktis kepolisian ini sangat membantu tim gabungan dalam memutus rantai penyebaran titik api di lokasi kejadian.

Aksi tanggap Polres HSS tersebut berkolaborasi dengan TRC BPBD HSS, Satgas Posko Siaga Karhutla, Kodim 1003/HSS, Polsek Kandangan Kota, Yon TP 829/BA, Satpol PP dan Damkar HSS, serta sejumlah Barisan Pemadam Kebakaran (BPK).

Kerja keras lintas instansi bersama armada AWC Polres HSS tersebut akhirnya membuah hasil hingga api dapat menjauhi pemukiman masyarakat pada pukul 22.40 WITA.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten HSS, Ika Aguspiannor, menyampaikan apresiasi atas dukungan armada AWC yang dikerahkan jajaran Polres HSS.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan, khususnya Polres HSS yang telah membantu proses penanganan karhutla dengan dukungan armada AWC,” ujar Ika Aguspiannor.

Ia menegaskan, berkat sinergi cepat tersebut, kondisi titik lokasi karhutla di Desa Sungai Kupang kini sudah dipastikan aman dan terkendali.

Sementara itu, pemicu utama munculnya kobaran api di lahan pertanian dan semak belukar tersebut masih belum diketahui penyebabnya.