BERITA NASIONAL

Suhu Makkah Tembus 43 Derajat Celsius, Tujuh Jemaah Haji Indonesia Wafat di Arab Saudi

×

Suhu Makkah Tembus 43 Derajat Celsius, Tujuh Jemaah Haji Indonesia Wafat di Arab Saudi

Sebarkan artikel ini
Suhu Makkah Tembus 43 Derajat Celsius, Tujuh Jemaah Haji Indonesia Wafat di Arab Saudi. (Dok. Istimewa)
Suhu Makkah Tembus 43 Derajat Celsius, Tujuh Jemaah Haji Indonesia Wafat di Arab Saudi. (Dok. Istimewa)

JAKARTA, narasipublik.net Sebanyak tujuh jemaah haji asal Indonesia dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan rangkaian ibadah di Arab Saudi akibat kondisi kesehatan dan cuaca ekstrem.

Pihak Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengungkapkan bahwa mayoritas penyebab kematian para jemaah dipicu oleh serangan jantung serta komplikasi radang paru-paru.

“Total jemaah yang wafat sebanyak 7 orang. Kita doakan semoga husnul khotimah,” ujar Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, dalam keterangannya.

Menanggapi hal tersebut, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memberikan kepastian akan melaksanakan program badal haji bagi seluruh jemaah yang dinyatakan wafat.

Hingga Sabtu (02/06/2026), tercatat sebanyak 117 jemaah harus dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), sementara 141 lainnya menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.

Berdasarkan data terbaru, masih terdapat 59 jemaah yang menjalani rawat inap, sementara ribuan jemaah lainnya tercatat melakukan rawat jalan karena gangguan kesehatan ringan.

Kondisi ini diperparah dengan prakiraan cuaca di Makkah yang menunjukkan lonjakan suhu udara maksimum hingga mencapai 43 derajat Celsius pada siang hari.

Maria Assegaf mengimbau jemaah, terutama lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta (komorbid), untuk lebih waspada terhadap paparan panas berlebih.

“Jemaah lanjut usia dan yang memiliki komorbid disarankan melaksanakan ibadah di hotel guna menghindari paparan panas berlebih,” tambahnya.

Selain imbauan ibadah di hotel, jemaah juga diminta rutin mengonsumsi air putih minimal 200 mililiter per jam tanpa harus menunggu rasa haus muncul.

Penggunaan masker saat di luar ruangan serta pelembap kulit sangat dianjurkan untuk mencegah dehidrasi ekstrem dan kelelahan selama berada di Tanah Suci.