SEJARAH & BUDAYATAULAH PIAN

Kisah Michael Rockefeller: Mencari Seni Primitif, Hilang di Hutan Papua

×

Kisah Michael Rockefeller: Mencari Seni Primitif, Hilang di Hutan Papua

Sebarkan artikel ini
Dok foto Michael Rockefeller (Foto : Istimewa)
Dok foto Michael Rockefeller (Foto : Istimewa)

TAULAH PIAN, narasipublik.net Pada November 1961, dunia dikejutkan oleh hilangnya Michael Rockefeller seorang antropolog muda, putra dari Wakil Presiden Amerika Serikat ke-41, Nelson Rockefeller saat melakukan ekspedisi ke wilayah terpencil Papua, Indonesia.

Apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya? Mari kita ulas fakta informasi.

– Ekspedisi Mencari Seni Primitif

Michael Rockefeller, yang saat itu berusia 23 tahun, tengah melakukan ekspedisi untuk mengumpulkan karya seni primitif suku Asmat, sebuah suku yang dikenal dengan ukiran kayu tradisionalnya.

Ia tertarik pada budaya dan seni suku Asmat, yang dianggap sebagai salah satu warisan budaya paling unik di dunia. Namun, ekspedisi ini ternyata berubah menjadi tragedi.

– Tragedi di Perairan Papua

Pada 18 November 1961, Michael dan rekannya, antropolog René Wassing, sedang berada di perahu kecil yang terombang-ambing di perairan Papua.

Akibat cuaca buruk, perahu mereka terbalik diterjang ombak besar, sehingga menyebabkan mereka terombang-ambing di tengah lautan.

Setelah berjam-jam berusaha bertahan, Michael memutuskan untuk berenang ke daratan demi mencari bantuan. Nahasnya Ia tidak pernah terlihat lagi setelah itu.

– Teori-teori yang Beredar

Ada beberapa teori yang mencoba menjelaskan hilangnya Michael Rockefeller. Beberapa pihak percaya bahwa ia tenggelam di laut karena kelelahan atau diserang oleh hewan buas.

Namun, teori lain yang lebih kontroversial menyebutkan bahwa Michael mungkin dibunuh oleh suku Asmat. Dimana beberapa laporan menyatakan bahwa suku Asmat pada masa itu masih melakukan praktik kanibalisme, meskipun hal ini belum pernah terbukti secara resmi.

– Pencarian yang Tak Berujung

Pencarian besar-besaran dilakukan oleh pihak berwenang Indonesia dan keluarga Rockefeller. Namun, tidak ada jejak Michael yang ditemukan. Hingga pada 1964, pemerintah Indonesia secara resmi menyatakan bahwa Michael Rockefeller telah meninggal.

Meskipun demikian, misteri hilangnya Michael Rockefeller ini tetap menjadi bahan perdebatan dan spekulasi hingga saat ini.

– Warisan Michael Rockefeller

Meskipun ekspedisinya berakhir tragis, namun Michael Rockefeller banyak meninggalkan warisan penting dalam dunia antropologi dan seni.

Koleksi seni primitif yang ia kumpulkan selama ekspedisi kini menjadi bagian dari Museum Primitive Art di New York, yang didirikan oleh ayahnya, Nelson Rockefeller.

– Penutup

Hilangnya Michael Rockefeller tetap menjadi salah satu misteri terbesar abad ke-20. Apakah ia tewas di laut, atau menjadi korban dari ritual suku Asmat? Jawabannya mungkin tidak akan pernah kita ketahui.

Namun, kisah hilangnya Michael Rockefeller ini dapat mengingatkan kita akan betapa berbahayanya melakukan eksplorasi ke wilayah yang belum pernah terjamah.