DENPASAR, narasipublik.net – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Penataan Agraria menggelar Reforma Agraria (RA) Summit 2024, pada 14-15 Juni 2024.
Dalam acara yang berlangsung di The Meru Sanur, Denpasar, Provinsi Bali ini sendiri diawali dengan kegiatan Sambung Rasa Reforma Agraria yang membahas implementasi Reforma Agraria selama 1 dekade terakhir.
Menteri ATR/BPN RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, selama 10 tahun berjalannya reforma agraria penataan aset tanah telah melampaui target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2024.
“Dari target 9 juta hektar, saat ini kita telah berhasil menembus 12,5 juta hektare atau sebesar 138%,” ucap Menteri AHY, Sabtu (15/06/2024).
Tidak hanya itu dalam hal penataan akses, hingga kini pemerintah telah melaksanakan penyuluhan dan pendampingan kepada 364.397 Kepala Keluarga (KK) di seluruh Indonesia.
![]()
Sedangkan untuk penyelesaian konflik agraria, Kementerian ATR/BPN juga telah menyelesaikan di 24 Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA) yang ditindaklanjuti dengan redistribusi tanah sejumlah 14.968 bidang dengan luas 5.133 hektar untuk 11.017 KK.
“Alhamdulillah, secara umum program reforma agraria telah berjalan pada rel yang benar atau ‘On The Right Track’, bahkan beberapa pencapaian telah melampaui target,” tutur Menteri ATR/BPN RI.
Sementara itu, dalam kegiatan yang bertajuk ‘sinergi untuk reforma agraria berdampak dan berkelanjutan’ kali ini, Menteri AHY juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan kontribusi para peserta Reforma Agraria Summit 2024.
Baik mulai dari tim percepatan, tim pelaksana reforma agraria, jajaran Kementerian ATR/BPN pusat dan daerah, hingga para Gubernur dan perwakilan Bupati/Wali Kota yang merupakan ketua gugus tugas reforma agraria daerah, serta para akademisi dan Civil Society Organization (CSO).
Dimana Menteri AHY menyebut, sinergi dan kolaborasi lintas sektor yang dilakukan selama ini telah berhasil menyukseskan Program Strategis Nasional (PSN) yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.
“Keberhasilan reforma agraria bukan hanya sekadar output angka-angka kuantitatif, namun outcome-nya juga benar-benar dirasakan secara kualitatif oleh masyarakat,” ungkap AHY.
Tidak hanya itu, melalui kegiatan Reforma Agraria Summit 2024 kali ini diharapkan menjadi output untuk memperkuat fondasi keberlangsungan reforma agraria di masa akan datang.
“Setelah berlangsung selama satu dekade, mari kita bersinergi dan menjadikan output dari Reforma Agraria Summit Bali 2024 ini untuk menyiapkan baseline bagi pelaksanaan reforma agraria,” tandanya.
Sekedar diketahui, kegiatan Reforma Agraria Summit 2024 diikuti sebanyak 700 peserta dan turut dihadir oleh pimpinan Komisi II DPR RI, Wakil Menteri ATR/BPN, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya beserta Staf Khusus Menteri, Kepala Badan Bank Tanah, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama beserta Tenaga Ahli Menteri, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi se-Indonesia beserta jajaran, Gubernur, Pj Gubernur, beserta Forkopimda, Bupati/Wali Kota, Jaksa Agung Muda, serta perwakilan akademisi dan CSO.
