Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor yang hadir dalam aksi damai tersebut mengatakan, semua keluhkan para sopir tersebut sangat wajar, karena dapat berdampak dengan distribusi arus barang di daerah.
“Kita sangat prihatin dan memahami, dimana mereka biasanya sangat lama mengantri untuk mendapatkan solar bersubsidi,” ucapnya.
Arifin menuturkan, para sopir bisa mengantri selama 4 sampai 5 hari, bahkan hingga 1 minggu. Selain itu, biaya operasional juga membengkak karena mereka perlu makan, minum dan keperluan lainnya.
“Mereka meminta ada jalur khusus bagi anggota sopir pelabuhan, mereka mengeluh karena baru datang mengantri, solar sudah habis sehingga muncul kecurigaan,” tambahnya.
Dirinya berharap adanya ketegasan dari pengawas SPBU untuk mengetahui jumlah distribusi solar yang datang, dan jumlah rasio yang dibutuhkan oleh masyarakat.
“Itu yang harus kita penuhi secara baik. Jika ada penyimpangan, aparat kepolisian yang akan menindak,” tukasnya.
Sementara itu, Sales Area Manager Kalselteng PT Pertamina, Drestanto mengungkapkan, pihaknya akan menjalankan seluruh aturan yang dibuat oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
“Selama itu ada aturan tertulisnya akan kami jalankan supaya penyaluran BBM subsidi ini dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Terkait permintaan para sopir untuk jalur khusus pengisian solar, Drestanto mengatakan, jika ada aturan dari Pemda atau Pemko meminta, maka Pertamina akan siap memenuhinya.
“Selama ada regulasi tertulisnya akan kita laksanakan. Semua aturan dari pemerintah pusat dan daerah harus kita jalankan,” katanya.
Diungkapkan lebih lanjut, hingga saat ini stok BBM sendiri cukup aman, hanya saja barang yang bersubsidi kuotanya sudah ditetapkan oleh pemerintah.
“Karena yang menentukan kuota adalah pemerintah melalui BPH Migas, bukan kewenangan Pertamina. Kami hanya sebagai operator untuk menyalurkan BBM saja,” terangnya.
Disisi lain, dalam hal pengawasan, Kapolresta Banjarmasin,
Kombes Pol Sabana Atmojo, menyampaikan bahwa pihaknya telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk terus mengawasi setiap SPBU.
“Pokoknya, jika terlihat ada yang melakukan penyimpangan BBM akan kita sikat,” pungkasnya.
Reporter : Dal
Editor : Van
