AMUNTAI (HSU)PERISTIWA

Jalan Desa Panangkalaan HSU Longsor Akibat Tergerus, Akses Warga Putus

×

Jalan Desa Panangkalaan HSU Longsor Akibat Tergerus, Akses Warga Putus

Sebarkan artikel ini
Jalan longsor di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten HSU telah diberi tanda dan garis polisi. (Dok: Narasi Publik)
Jalan longsor di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten HSU telah diberi tanda dan garis polisi. (Dok: Narasi Publik)

AMUNTAI, narasipublik.net Akses utama warga Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terputus akibat tergerus longsor di tepi aliran Sungai Tabalong.

Longsor sepanjang kurang lebih 20 meter dan kedalaman mencapai dua meter tersebut membuat jalan desa tidak lagi dapat dilintasi kendaraan maupun pejalan kaki.

Salah seorang warga terdampak, Rahen, mengungkapkan amblesnya badan jalan sempat diawali suara gemuruh dua hari sebelum kejadian hingga memutus akses pintu depan rumahnya.

“Dua hari lalu saat malam terdengar suara. Saat saya cek ternyata jalan desa di depan rumah sudah longsor. Syukurnya fondasi rumah tidak ikut tergerus,” ujar Rahen.

Ia beserta keluarga kini terpaksa menggunakan akses pintu samping demi keselamatan, mengingat rekahan tanah berada tepat di depan pintu masuk utama.

Merespons kejadian tersebut, jajaran Polsek Amuntai Utara, pihak kecamatan, desa, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) HSU langsung melakukan pemantauan ke lokasi.

Petugas telah memasang garis pengaman dan papan peringatan agar warga tidak mendekati area pergeseran tanah yang dinilai masih sangat rawan tersebut.

Kepala Dinas PUPR HSU, Amos Silitonga, mengimbau masyarakat di sekitar bantaran sungai untuk terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi pergerakan tanah susulan.

“Untuk sementara dipasang tanda bahwa jalan tidak bisa dilintasi. Jalan masih berpotensi mengalami longsor susulan sehingga warga diminta meningkatkan kewaspadaan,” tegas Amos.

Amos menambahkan, penanganan teknis membutuhkan kajian mendalam serta anggaran yang memadai karena posisi jalan berada tepat di bibir sungai yang rawan erosi.